Featured Post Today
Latest Post

Hijab... Oh Hijab...


Oleh Nita Ridwansyah*
Berbicara mengenai hijab, pastinya sudah tidak asing lagi dikalangan kita, khususnya bagi para muslimah di Indonesia. Hijab atau jilbab memang bukan barang baru lagi. Begitu banyak buku, artikel, bahkan forum-forum diskusi yang membahas permasalahan ini. Bahkan, mode berhijab sudah menjadi tren masa kini. Mulai dari kalangan artis, istri para pejabat dan menteri hingga masyarakat umum pun juga tak mau ketinggalan model terkini.
Sekarang ini kita begitu mudah menjumpai para muslimah berhijab. Di jalan-jalan, trotoar, mall, pasar, perkantoran dan tempat-tempat umum lainnya. Selain itu, kita juga tak perlu bersusah payah untuk membeli perlengkapan berhijab karena sudah banyak toko-toko yang menjual aneka ragam mode-mode hijab. Bahkan yang lebih canggih, kini juga tersedia toko online. Kita tinggal memesan dan barang akan siap dikirimkan.

Penyesalan Akibat Begadang


Oleh Zulkifli*
            Begadang adalah suatu hal yang dilakukan di waktu tengah malam atau melewati batas meleknya seseorang. Aktivitas ini mayoritas dilakukan oleh para remaja dan orang-orang dewasa pada umumnya. Sering kita menyaksikan atau melihat orang-orang berkerumunan  untuk menyaksikan pertandingan sepak bola (NOBAR), main DOMINO dan lain sebagainya. Semua aktivitas ini tidak ada manfaatnya sedikikpun, apalagi untuk kehidupan dan masa depan kita. Karena aktivitas ini hanya menyita waktu dan  kesehatan yang kita miliki.

Buku, Bukanlah Hiasan Lemari


oleh Mar'i Mahdy A*
                Dizaman sekarang ini, buku sangatlah berarti, berguna dan bermanfaat sehingga tidak heran jika sebagian orang menjadikannya sebagai salah satu kebutuhan hidup yang harus dan wajib dipenuhi, namun tak terlepas dari itu ada pula yang menganggap buku hanya sebagai barang yang tak membawa banyak manfaat dan membacanya hanya membuang banyak waktu. Masing-masing orang tentunya mempunyai persepsi dan pendapat sendiri mengenai pentingnya sebuah buku.

Adil Itu Islam


Oleh: weadyend baedruel
“Mengapa hanya laki-laki yang boleh menjadi imam shalat?”
“Mengapa wanita hanya mendapat setengah dari bagian laki-laki dalam hak warisan? Ini semua tidak adil!”

Andai Saja!



Oleh M. Arifuddin*
Telah lama kaki ini melangkah.
Mencari kebenaran arti sebuah makna cinta.
Lembar demi lembar buku telah kubuka.
Tapi tak pernah kudapatkan jawaban yang memuaskan jiwa.
Akhirnya kucoba bertanya, pada hati yang tak pernah berdusta
“Apa itu cinta?”
Tapi ia hanya mengeryitkan keningnya, tanda tak bisa.

Nasehat Luqman Al-Hakim kepada Anaknya


Oleh Umair Al-Amin*

Luqman Al-Hakim merupakan salah seorang ahli hikam, seorang ahli hikam pastinya mempunyai tutur kata yang baik serta perilaku yang keseharian yang indah. oleh beberapa sumber, ada yang menyebutkan bahwa Luqman Al-Hakim merupakan salah satu nabi, walupun tidak termasuk dari 25 nabi dan rosul yang wajib kita ketahui.

“Lemari pendingin” Buat Si Hati


Oleh Rahmatullah*

Apa yang tersirat dalam pikiran anda,jika berbicara tentang “lemari pendingin”? tanpa di tanya pun tentu kita akan berkata kalau itu merupakan sebuah alat atau tempat untuk menaruh atau mendinginkan suatu benda yang terbilang panas. Atau bias saja untuk menempatkan sayur-sayuran, buah-buahan maupun air minum yang ingin di bekukan. Bagaimana ceritanya jikalau hati kita yang didinginkan? Akankah ditempatkan di tempat yang sama pula?

Akhlaq Dalam Perspektif Islam


Oleh Waedyn Baedruel*

Banyak orang yang terjebak ketika memahami makna akhlaq  karena memahaminya dengan wordview luar islam. Akibatnya, makna akhlaq menjadi sempit dan sekedar hubungan anatara sesama manusia, seperti sopan santun, toleransi, kasih sayang, saling menghargai, dan sebagainya. Padahal, akhlaq adalah istilah khas dalam islam sehingga untuk memahami makna akhlak haruslah dengan perspektif islam.

"Temukan Aku Dalam 'ISTIKHARAH-MU' Duhai Belahan Jiwa Ku"


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mencintai orang-orang beriman yang senantiasa taat kepada Allah, sangat besar pahalanya.

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya kelak pada Hari Kiamat Allah akan berfirman,

“Di mana orang-orang yang saling mencintai kerana keagunganKU ?

Cinta Remaja, Cinta Berbahaya


Oleh *Rahmatullah
Masih berbicara tentang pacaran. Belakangan ini telah marak terjadi pemerkosaan dan penganiayaan terhadap kaum hawa. Apa sebabnya? entahlah. Kadang para lelaki-lah yang menjadi sasaran media taktala membahas yang satu ini.Namun, kadangkala para wanita pun kena “batu” nya .Dengan alas an merekalah yang sengaja mengumbar aurat, sehingga mengundang hawa nafsu bagi yang melihatnya.

“Obat Hati” Kaum Feminis


Oleh *Luqman Hakim
BAGI umat Islam, apa yang diturunkan Allah melalui al-Quran dan yang disampaikan Nabi melalui sunnah-sunnahnya, merupakan ilmu, rahmat, obat sekaligus penyejuk hati.

Lepaskan Belenggu, Dahsyatkan Dirimu!


Oleh *Robinsyah
Di tengah kehidupan seperti saat ini, di mana virus materialisme liar menjalar menggerogoti, tidak sedikit orang yang merasa terbelenggu di tengah kemerdekaannya.
Secara fisik, mereka normal, bebas, tidak kekurangan suatu apapun untuk berbuat guna menggapai keinginan mereka. Namun karena faktor jiwa, mental, ruh yang lemah, kerdil, mengakibatkan ia tak mampu berbuat apa-apa di tengah keberdayaannya.

Stop Trend Galau (Remaja, Jangan Lagi Galau!)


Oleh *Yahya Ghulam Nasrullah
            Semua tahu, beberapa tahun belakangan pun hingga saat ini. Kata “galau” menjadi trendsetter di kalangan remaja, bahkan parahnya galau bukan hanya menjadi trendsetter dalam penggunaan bahasa. Tapi sudah mengakar sampai tahap mindset dan pola tingkah laku. Penulis masih terngiang salah satu pesan seorang guru. “menulislah karna keresahan, karna kegelisahan”. Untuk itulah tulisan ini hadir, fenomena akut akan kegalauan yang banyak menimpa para remaja kita. Dan seolah tiada akhir ini, membuat kita mestinya bersegera untuk mengakhiri trend “bahaya” ini.

Bedah Buku


Bertempat di masjid Nuruzzaman kampus B Universitas Airlangga Surabaya, InPAS (Institut Pemikiran & Peradaban Islma) Mengadakan bedah buku yang berjudul "Membongkar kedok Liberalisasi di Indonesia" (16/02/2013). Acara ini menghadirkan penulis buku Qosim Nursheha Dzulhadi, Lc., MA. Acara yang di hadiri oleh Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan beberapa ormas islam ini berlangsung dari siang hingga sore hari.

Menanti Kesempurnaan


Oleh *Muhammad Idris
Sempurna….!!!!!
Jika kita melihat maknanya ialah utuh dan lengkap segalanya
(tidak bercacat dan bercela)
Sempurna, orang-orang pada menganggap kesempurnaan adalah segalanya
Sempurna, bisa membawa kita pada keindahan hidup
Sempurna, dengan sempurna kita bisa menjadi yang terbaik.

Dimanakah sempurna itu?
Dimanakah sempurna yang sesungguhnya?
Itulah yang menjadi pertanyaan hidup
Pertanyaan yang belum bisa dijawab untuk menjadi sempurna
Pertanyaan yang senantiasa selalu dilalaikan manusia pada umumnya.

Warna Islam di EPL


Oleh *Maoelana El-khomiez
Dewasa ini, Sepakbola masih menjadi cabang olahraga nomor wahid yang paling banyak digandrungi masyarakat di seluruh jagat. dan asosiasi-asosiasi bola tiap negara pun berlomba meningkatkan kualitas dan kuantitas liga sepakbola mereka untuk menjadi yang most famous dan diantaranya adalah  Liga Inggris (English Premiere League) di bawah payung F.A.(Football Assosiation), liga yang dapat label sebagai liga paling kompetitif  dan inovatif di dunia ini di ikuti Sekitar 20 tim yang aktif  bermain  dan terdiri dari ratusan pemain sepakbola profesional.

Yakinlah Akan Hikmah Dibalik Peristiwa


Oleh *Najamuddin 
Penulis teringat ketika berada di pondok pesantren, para ustadz mengeluarkan kebijakan kebijakan yang menurut kami (santri) tidak bermanfaat dan hanya menyita waktu. Bahkan seperti memenjarakan kami.
Suatu hari penulis menghadap kepada salah satu ustadz yang paling senior untuk menayakan keadaan tersebut, akan tetapi ustadz tersebut tersenyum seraya menjawab “Najam, lakukanlah kewajibanmu sebagai santri dan kami juga melakukan kewajiban kami sebagai Ustadz. Suatu saat, antum akan saya panggil dan memahami kebijakan kebijakan yang kami lakukan.”
 Seiring berjalannya waktu, hari demi hari, minggu demi minggu. Bahkan bulan demi bulan. Akhirnya seiring berjalanya waktu, sampailah tiga tahun setelah kejadian tersebut, beberapa diantara kami diposisikan di posisi sang ustadz dulu (termasuk diantaranya penuis).

Secarik Pesan dari Anak Ayam


Oleh *M.arifuddin
Sore itu aku berdiri di belakang rumah saya, tiba-tiba saya melihat ada seokor induk ayam dan tiga ekor anaknya yang mencoba memanjat sebuah pohon Akasia yang  berada persis di depanku. Untuk memudahkan ayam itu memanjat ke pohon tersebut, Bapakku membuatkan tangga dari sebatang pohon untuk ayam tersebut.
Singkat cerita induk ayam itupun lebih dulu memanjat ke pohon tersebut, kemudian disusul dengan ketiga anaknya. Anak ayam pertama bisa melewati tangga tersebut dengan selamat, padahal di bawah tangga tersebut ada parit atau selokan yang sedang penuh dengan air. Kemudian giliran anak ayam yang kedua. Ketika itu aku melihat anak ayam ini terlihat pesimis, pasalnya ia berhenti di tengah-tengah tangga tersebut dan selalu memandang ke selokan yang ada di bawahnya.

Bagaimana Mengubah Pesimis Menjadi Optimis?


Oleh *N.Faqih Syarif H
Apa pun yang Ingin Anda capai, bawalah ke dalam pengalaman Anda, bagaimana orang lain berhasil mencapainya. Bacalah tentang kisah kesuksesan tersebut, amatilah caranya, buatlah analisis, dan jadikan pengalaman mereka menjadi pengalaman Anda sendiri.
Sobat, pertanyaan yang menjadi judul artikel ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh temen-temen yang menjadi follower  twitter  atau friend di facebook saya. Dan pertanyaan ini pula yang sering  muncul saat saya memberikan training di berbagai kalangan. Dalam tulisan yang singkat ini kita akan membahasnya semoga bermanfaat dan menjadi sumbangsih untuk bisa menjalani kehidupan ini dengan begitu nikmat dan bermakna. Apa saja resepnya sobat? Eh, eh, Tunggu dulu ya  setelah yang satu ini lewat...

Janji


Oleh: *Ahmad Tahfif
“Hujan itu apa, yah?” tunjuk Nanda kecil pada rintik bening yang berjatuhan di luar jendela. Suaranya begitu manja di telinga Arsyad. Ia merangkul gadis kecil itu dan menempelkan kepalanya di rambut halus Nanda kecil.
“Hujan itu… limpahan rahmat yang diberikan Allah untuk kita. Nanda tahu, kalau air hujan tak pernah berhenti berputar? Ia masuk ke dalam tanah, mengikuti arus sungai, ’menginap’ di laut, lalu terbang ke langit. Setelah itu mereka berloncatan ke bawah lagi. Ia terus bermain dan suka sekali menyiram tanaman.” Nanda kecil terpana. Mata bulat indahnya berkilau di terpa cahaya lampu yang menerangi kamar. Rambutnya jatuh dengan lembut tepat di bahunya, menutupi kedua telinga yang digantungi bintang kecil. Sejenak, ia tampak berfikir.

Renungan Untukku, Untukmu Dan Untuk Kita Semua


Oleh: *Umair Al-Amin
Bismillahirrahmannirrahim, Aku heran dengan diriku Aku tau setiap detik yang kulalui tak kan pernah bisa kembali setiap kejadian yang telah terjadi tak kan bisa kuputar kembali setiap umurku yg telah pergi tidak bisa kuminta kembali tapi dibalik itu semua kematianku semakin mendekati aku tau kematian itu mengintaiku, tapi kenapa aku suka sekali bermaksiat? Aku tidak menjalankan perintah-Nya dan justru aku melanggar apa yg dilarang-Nya Aku tidak menutup auratku, aku pertontonkan auratku kepada lawan jenisku, aku tidak berjilbab,aku melawan orang tuaku.

Filosofi Bola dan Cita-cita


Oleh:*Maoelana El-khomiez
Mari kita mencoba mengkorelasikan filosofi bola kaki dengan sebuah obsesi kita yang tinggi, yang sampai saat ini kita masih berlari untuk bisa kita miliki.
o   Bermain sesuai Posisi : kuasai dan fokuslah terhadap obsesi dan cita-cita anda, jika seorang pelajar ya fokus belajar, jika seorang karyawan ya fokus bekerja, jika seorang bek ya menjaga pertahanan, jangan sampai anda lengah dan meninggalkan pos anda karna akan berakibat fatal.

Masa ABG


Oleh:*Warsono setiawan
            Orang bilang, masa remaja adalah masa yang paling bahagia, atau  disebut juga dengan masa ABG (Anak Baru Gede). Masa ini sering di identikan dengan kesenangan, keceriaan, canda dan tawa bahagia. Pada masa ini pula, ketertarikan pada lawan jenis terkadang cukup panas untuk di dengarkan membuat sang remaja menunjukan semua kemampuaannya seakan berkata ”Akulah yang  paling hebat.”
            Ibarat bunga, masa remaja merupakan masa yang manis dan harum baunya. Oleh karena itu jangan biarkan semut nafsu merusak dan menodai ke asliannya, tapi biarlah lebah –lebah cinta yang datang menyapa. Dan hanya hanya lebah pilihan saja yang dapat menghisap  sang bunga untuk menghasilkan madu asmara kasihnya. Madu yang menjadi penawar hati: resah , gelisah, was-was, khawatir, takut dan gundah gulana. Madu yang membuat semua permasalahan menjadi tenang , tentram, damai dan harmoni.

Menutup Jalan, Demi Kepentingan Kelompok


Oleh:*Mar’i Mahdy A.
            Terkadang kita dibuat tidak enak hati dan tidak menyenangkan dari akibat ulah sebagian orang/kelompok, mereka sewenang-wenangnya menutup jalan tanpa memperdulikan kenyamanan untuk khalayak ramai, dengan beralih mengadakan sebuah acara serta merta membuat kelompok mereka berhak menutup jalan, yang dimana jalan tersebut merupakan salah satu jalan yang dipakai untuk khalayak ramai.

Pengaruh Modernitas Terhadap Mahasiswa


Oleh: iqra’*
Efek buruk modernitas  kini semakin menggoroti mahasiswa. Mahasiswa yang mestinya memiliki integritas yang kokoh dengan meningkatkan  pengintelektual sebagai mahasiswa. Mahasiswa kini telah banyak yang terjebak dalam kungkungan dunia modern, lebih-lebih yang berada di kota  metropolitan.
            Pengaruh modernitas baik melalui interaksi langsung seperti tv dan internet telah turut membentuk karakter mahasiswa dewasa ini. Mahasiswa yang dipercaya memiliki integritas dan karakter diri yang kokoh, ternyata tak kuasa membendung gaya-gaya modern sekarang ini, yang notebenenya tidak baik bagi kehidupan mahasiswa bayangkan  betapa gaya hedonism, baik dari cara berpakaian, tingkah lagu ataupun makan (gaya makan). 

Kekurangan Dan Kelebihan


0leh: Muchammad Idris*
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Manusia ialah makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Akan tetapi pada dasarnya manusia ialah makhluk ciptaan Allah yang memiliki lebih daari makhluk ciptan-Nya yang lain, atau bisa kita katakana manusia adalah ciptaan yang sempurna, sekalipun tetap ada kekurangan dan kelebihan yang di berikan-Nya. Buktinya apa?
Manusia telah di ciptakan dan di berikan semuanya oleh Allah baik berupa materi maupun non materi (material). Ada beberapa hal yang di berikan oleh Allah kepada manusia yang mana hal tersebut tidak di miliki oleh makhluk ciptaan Allah yang lainnya, yakni akal pikiran dan perasaan yang menjadi dasar perbedaan antara manusia dengan makhluk ciptaan yang lainnya.

Mari Berdakwah Dengan Tulisan


Oleh :*Naharuddin
                Menurut Drs. Anwar Djailani, M.Si. "Bahwa yang paling banyak mempengruhi pola pikir kita adalah tulisan". Hal ini disampaikan saat mengajarkan bidang studi "Jurnalistik" di semester empat (IV) Pada tanggal 08, pebruri, 2013. Tulisan yang sering kita baca di media cetak, seperti majalah, blutin, brusur dan lain-lain, sangat mudah mendotrin kita. Lalu, bagaimanakah kondisi islam dan generasinya kedepan jika semua bacaan media cetak dibuat oleh para kaum Liberal?
            Olehnya itu, beliu mengharapkan kepada seluruh Mahasiswa STAIL Hidayatullah Surabaya dan seluruh Mahasiswa islam di Indonesia pada umumnya untuk memulai menulis dan berdakwah di media cetak. Hal yang serupa juga pernah disampaikan oleh Ust. Mashud.M.Si. Dihadapan Mahasiswa semester empat pada tanggal 06, Februari 2013 di gedung STAIL Hidayatullah Surabaya. karena satu peluru hanya bisa menembus satu kepalah, sedangkan satu tulisan bisa menemus seribuh kepalah. 

Sikap Kita Terhadap Hermeneutika


Oleh:*Luqman Hakim
Akhir-akhir ini, istilah ‘hermeneutika’ ramai dibicarakan, terutama di kalangan akademisi di berbagai kampus Islam. Apalagi, metode tafsir ini sekarang mulai menjadi mata kuliah wajib dalam jurusan tafsir dan hadits di beberapa perguruan tinggi Islam di Indonesia. Padahal, ilmu penafsiran yang berasal dari tradisi di luar Islam ini dulunya tidak dikenal para akademisi muslim. Lalu, bagaimana sikap kita terhadap konsep asing ini?

STRUKTUR KEPENGURUSAN API (Asosiasi Penulis Islam) Surabaya 2012-2013


STRUKTUR KEPENGURUSAN API (Asosiasi Penulis Islam) Surabaya 2012-2013
Perintis             : Ust. Robinsyah S.Sos.I
Pembina            : Ust. Akbar Muzakki
Penasehat         : Ust. Luqman S.Sos.I ,Kak Miftahuddin
Ketua                 : Mar’I Mahdy Ahmad
Sekretaris          : M. Arifudin
Bendahara  I     : Umair Al Amin
Bendahara II    : M. Iqro’
Humas               : Zohriadi
Publikasi I         : Maulana H.
Editor                : M. Arifudin
Kominfo            : Yahya G.N
Reporter            :  M. Arifuddin,Umair Al Amin &  Yahya G.N

Aku Bukan Untukmu

Oleh: Ghifari*

Hari itu langit terlihat meringis lantaran gerimis selalu metetes, laksana butiran-butiran keristal bening yang berhambur dari gumpalan awan yang lagi cemberut dengan wajah muram keabu-abuan. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangatku untuk menuntut ilmu di salah satu Universitas swasta di kotaku. Tapi tiba-tiba HPku berdering hingga menbuyarkan wirid pagiku yang tinggal satu lembar lagi.
“Kringg.. kringg.. kringg..” (telpon bordering)
“Maaf.., ini siapa yach?..” seraya menggaruk kepala.
“Ini Nisa.., kak” kata suara disebrang sana.
“Begini kak, aku ingin menayakan suatu hal yang amat serius buat kaka dan kak Niar” sambung orang di sebrang sana..

Gaza, Antara Ada dan Tiada

Oleh: Arifin Saddoen


Dulu engkau begitu gagah
Sekarang engkau laksana miskin galah
Beberapa waktu lalu, dirimu luar biasa berpengaruh
Tapi, ku lihat dirimu hanya tinggal seorang ruh

Aku ingin mengumumkan kepada dunia bahwa engkau pejuang sejati
Percuma kawan hidup ini hanya mementingkan diri sendiri
Siapa kuat dia yang berdiri
Siapa lemah dia yang mati
Jangan engkau teteskan air mata
Karena itu membuat engkau lupa
Curahkan lah rasa cinta
Karena itu pembalut luka
Gaza,
Engkau itu siluman yang punya senjata
Tapi tak ada peluru yang nyata
Engkau punya seribu kata yang luar biasa
Tetapi membisu seribu bahasa

Gaza,
Engkau antara ada dan tiada
Mengapa…itu lah dirimu
Ibaratkan siang menjadi malam, kelabu pun tak berabu-abu
Jangan bersedih karena kita selalu bersama

*)Penulis adalah Mahasiswa STAI Luqman Al-Hakim Surabaya dan Presiden BEM STAIL Priode 2012-2013.

Sajak-Sajak Sang SYUHADA

Oleh: Maolana El-Khomiez


Palestina membara...!!!
Gedung megah dulu itu kini tlah rata
Di bombardir roket dan tank raksasa
Bom,mortir,peluru,menghiasi angkasa Gaza
Berpeluh,berdarah,trus berjuang sekuat tenaga
Semburat asa itu tetap masih ada

Palestina merana...!!!
Tidur berbayang todongan senjata
Makan berlauk pauk seadanya
Sujud bersanding mayat para syuhada
Air matapun terus membahana
Para ikhwat,ikhwan kehilangan saudara

Palestina merdeka...!!!
Diplomasi antar negara trus di coba
Jika berhasil juga,mungkin hanya bersifat sementara
Selama Benyamin Netanyahu cs masih berkuasa
Dunia trus mengutuk dan mengumpatnya
Tapi bagi mereka hanya isapan jempol belaka

Palestina menggelora...!!!
Darah mendidih tak berirama
Meski luka masih menganga
Raga dan jiwa tlah siap menemui ajalnya
Para calon Syuhada tak berputus asa
 Karna sutera bidadari surga kan menyapa

From Surabaya to Palestina...!!!
walau jarak terpisah antar benua
tapi kita utuh laksana satu raga
meski ku cuma membela dengan sebait do’a
Di barengi goresan pena di media
Berharap ku bisa syahid bersama para syuhada
Yang telah beraroma surga...

*)Penulis adalah anggota API (Asosiasi Penulis Islam) Surabaya dan Mahasiswa STAI Luqman Al-Hakim Surabaya jurusan Manjemen Pendidikan Islam.

PENGEN SUKSES TANPA USAHA, BISAKAH?

Oleh: Racmatullah

Bismillahirrahmanirrahim....
Apa yang anda pikirkan jika berbicara tentang “kesuksesan”?.. Hidup enak punya banyak uang kah? Berfoya-foya? Atau ?... Lama-lama ini menjadi teka-teki sederhana buat kita. So, tunggu apa lagi, let’s we talking about “succes”.
Hmm, sebagian orang menganggap kesuksesan itu sebagai sesuatu yang harus di penuhi dalam kehidupan. Namun, anggapan itu hanya perkataan saja. Dalam artian ketika mereka di beri kesempatan menuju kesuksesan tersebut, mereka hanya diam melongo dan tidak berniat untuk menanggapinya. Betapa ruginya kita jika tidak mengambil tindakan apapun ketika peluang terbesar menuju kesuksesan itu di sia-siakan begitu saja tanpa bergerak maju tuk berada di puncaknya. Jika saja kita pasrah akan kehidupan yang fana ini, dan kecewa dengan kegagalan yang kita hadapi, maka tidak akan memberikan jalan keluar buat kita dari lorong sempit tuk menuju kesuksesan tersebut.
Namun faktanya, banyak orang terjebak oleh pemikiran tersebut. Pemikiran itu datang dikarenakan ketika seseorang berjalan menuju kesuksesan, tiba-tiba di tengah perjalanan jatuh, ia berputus-asa dan tidak berambisi tuk bangkit lagi. Kenapa? Karena ia berfikir dengan kegagalannya, tidak ada jalan keluar lagi buatnya tuk me-replay kembali semua yang ia telah tata secara rapi. Satu kali gagal, tidak ada kesempatan lagi.

Jujur itu Indah

Oleh: M. Arifuddin

Seorang sopir taksi Singapura dipuji sebagai pahlawan setelah ia mengembalikan uang senilai 1,1 juta dolar Singapura (sekitar Rp8,6 miliar) dalam bentuk tunai kepada pasangan Thailand yang sedang berlibur dan meninggalkan uang dalam taksinya.
Sia Ka Tian (70) terkejut menemukan uang dalam kantong kertas hitam di kursi belakang taksinya setelah ia menurunkan pasangan tersebut di sebuah pusat perbelanjaan.
Namun ketika ia membawa uang itu ke kantor perusahaan transportasi ComfortDelGro kantor perusahaan tempat ia bekerja, rekannya yang merasa kaget menghitung bahwa jumlahnya sebesar 1,1 juta dolar Singapura (sekitar Rp8,6 miliar) dalam lembaran ribuan dolar.

Menulis Surat untuk Tokoh-Tokoh Dunia

 Badan Pendidikan Luqman Al-Hakim Surabaya bekerjasama dengan Pos Indonesia menggelar acara menulis surat untuk tokoh-tokoh dunia pada selasa (22/01/2013) dengan mengangkat tema “Duhai Pemimpin dunia, beri kami teladan untuk selalu jujur.” Acara yang diprakarsai oleh Ust. Anwar Djaelani (penulis buku, “Warnai Dunia Dengan Menulis”) ini dibuka oleh Ustad Nur Fuad M.A selaku ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Acara ini diikuti oleh ratusan siswa/siswi tingkat SD, SMP, SMA dan Mahasiswa STAI Luqman Al-hakim Surabaya.* Mar'i Mahdy Ahmad/Alumni PP Hidayatullah Bontang

Kembali Fitrah

   Bertempat di masjid Agung Aqshol Madinah Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, satu keluarga yang terdiri dari lima orang mengucapkan kalimat syahadat pada malam jum'at (31/01/2013) di hadapan Ust. Marny Mulyana Lc. (Pimpinan Daerah Hidayatullah Surabaya) dan Ust. Abdurrahman (Anggota Dewan Syura Hidayatullah). Pengikraran ini disaksikan oleh ratusan santri dan berlangsung hikmat serta ditutup dengan teriakan takbir oleh saksi dan jama'ah. *Mar'i Mahdy Ahmad/Mahasiswa KPI STAI Luqman Al-Hakim Surabaya

ILMU




Oleh: M. Arifuddin

Ilmu...!
Kau rampas waktuku.
Kau gerogoti hartaku.
Kau kuras tenagaku.
Tapiku tetap mengejarmu.
Karena kutau,
Kau pelita hidupku.
Karena iman itu bergantung pada pemahamanku atas dirimu.
Aku tau!
Kalau sesuatu akan difahami dan dikenal dengan dirimu.
Dan aku tau!
Orang yang memilikimu, pasti banyak amalannya.
Karena dirimu semakin diinfakkan,
Semakin membersihkan jiwa.
Apabila kita tidak memilikimu,
Maka hilanglah satu syarat agama kita.
Karena kamu adalah mengetahui sesuatu dengan realitasnya.

*Penulis adalah aggota API (Asosiasi Penulis Islam) Surabaya dan aktifis Badan Eksekutif Mahasiswa Luqman Al-Hakim Surabaya. Tinggal di http://catatanhikmah16.blogspot.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Asosiasi Penulis Islam (API) Surabaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger