Featured Post Today
Latest Post

Nasihat Bagi Muslimah: Cara Memanfaatkan Waktu


Oleh: Marhalim*

Bila waktu tidak digunakan dengan baik maka akan terbuang untuk perkara yang sia-sia. Semua orang merasakan hal itu. Maka jika seseorang tidak mengisi waktunya dengan kebaikan, ia akan menghabiskan waktunya untuk kejelekan. Orang yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, menyia-nyiakannya untuk perkara yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syetan-syetan yang senantiasa membolak-balikkannya dalam kesesatan. Na'udzubillah.
Orang-orang yang sadar akan cepatnya waktu berlalu, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan taufik dari Allah sehingga waktu mereka benar-benar bermanfaat. Dari Abdullah Ibnu Mas'ud RA bahwasanya dia berkata: "Tidaklah aku menyesali sesuatu, seperti penyesalanku atas suatu hari yang berlalu dengan terbenamnya matahari, semakin berkurang umurku tetapi tidak bertambah amalanku."

“LIDAHMU, BINATANG BUASMU”


Oleh: Miftahudin*

Beberapa ulama berkumpul bersama khalifa Umar bin Abdul Aziz. Salah satu ulama berkata kepada sang khalifa, “ diam karena ilmu, seperti orang yang berbicara karena ilmu.” Kemudian Umar bin Abdul Aziz menanggapi, “ kalau aku menilai orang berbicara karena ilmu lebih baik keadaannya di hari kiamat karena manfaat yang di berikan kepada manusia. Sedangkan diam hanya  bermanfaat bagi diri sendiri.”
Ulama tersebut pun membalas dengan bertanya, “ wahai Amirul Mukminin, bagaimana dengan bencana orang yang berbicara?” mendengar peryataan tersebut, Umar bin Abdul Aziz menangis terseduh-seduh.(syahid, edisi 10/ februari 2012)

India-Centric: Kejahilan Melihat Islam dan Sejarah Islam Nusantara

Oleh: Abdullah al-Mustofa*

        Berdasarkan  pandangan “India-Centric”  para sejarawan berpendapat, Islam di Nusantara berasal dari India dan para pionir penyebar Islam di Nusantara adalah para pedagang India, demikian ungkap Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas dalam ceramahnya pada acara “Special Lecture Series” yang diselenggarakan CASIS-UTM (Centre for Advanced Studies on Islam, Science and Civilization-University Teknologi Malaysia) di kampus internasional UTM Kuala Lumpur Malaysia beberapa waktu lalu.

         Dalam bukunya “Historical Fact and Fiction” al-Attas mengatakan, “Historians have been unjustifiably skeptical and produced all sorts of conjectures without adducing positive proofs; conjectures in which the role of India dan Indians have been unduly magnified. They have been doing this order to fit their theory of the spread of Islam from India and Indians, an Islam already colored by Hindu-Buddist mode of thought and belief concordant with the autochthonous tradition of the Malay peoples, in such a way as to explain that the ground was prepared for the “easy” adaptation of Islam by the peoples of the Archipelago.” (hal. 148)

Momentum Mengkalkulasi ‘Laba’ Perniagaan Hidup

Oleh: Robinsah*
“Happy New Year 2012”. Untuk saat ini, tema ini lah yang paling hangat diperbincangkan oleh masyarakat dunia, khususnya Indonesia. Hal ini wajar, mengingat hanya dalam hitungan hari lagi, dunia akan merayakan pesta pergantian tahun, yaitu tahun 2011 ke 2012.
Seperti sebelum-sebelumya, aroma kemeriahan pesta tahunan tersebut telah tercium dari jauh hari, dengan membludaknya iklan-iklan promosi perayaan tahun baru, baik itu melalui baleho-baleho di jalan-jalan, hingga tayangan-tayangan di stasiun-stasiun televisi. Yang lebih membuat tahun 2012 mendatang ini terasa lebih ‘spesial’ dan dinanti-nanti, karena sebelumnya telah tayang sebuah film Hollywood yang memprediksikan kiamat akan terjadi pada tahun depan. Benarkah akan terjadi demikian? Jawabnya, Wallau ‘alam Bish-Shawab
            Namun, terlepas dari itu semua, ada pertanyaan mendasar, khususnya kaum mukminin, adakah hikmah yang mampu kita petik dari fenomena ini?
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Asosiasi Penulis Islam (API) Surabaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger