Featured Post Today
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Edisi XVIII/ 31 Oktober 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edisi XVIII/ 31 Oktober 2011. Tampilkan semua postingan

Pengorbanan Para Mujahid Becak

Oleh : Ali Rasidin*

Wahai mujahid becak
Engkau adalah pahlawan bagi para penumpangmu
Engkau rela menguras tenaga dan
Menguras keringat

          Engkau tak pernah peduli siapa mereka
          Apapun profesi mereka
          Engkau jamu mereka dengan lapang dada
          Dirimu bagai air yang mengalir ke hilir

Di saat pagi datang menyapa bumi
Engkau gerakkan seluruh organ tubuhmu
Menyusuri sepanjang jalan
Melintasi keheningan pagi
Bertemankan sebuak becak yang kau sayangi

          Engkau rela meninggalkan anak dan istri
          Engkau selalu berusaha memberi yang terbaik bagi mereka
          Engkau ingin anak dan istrimu
          Bisa merasakan sedikit kebahagiaan
          Seperti apa yang dirasakan orang-orang di sekelilingmu

Wahai mujahid becak
Engkau begitu hebat
Engkau begitu sabar
Menghadapi lika-liku kehidupan
Demi mencari sesuap nasi

*) Penulis adalah anggota API (Asosiasi Penulis Islam)

Aku Rindu Ayah


Oleh : Syamsul*


Setiap kulihat pesawat
Ada yang selalu aku ingat
Seorang yang aku sayangi
Seorang yang aku cintai

          Setahuan ayah pergi
          Ke negeri kalimantan
          Untuk mencari rizeki
          Meninggalkan kami di sini

Menyimpan rasa rindu di hati
Oh... oh... oh... ayah
Kapan kau kembali
Untuk berkumpul kembali
Berkumpul bersama keluarga di sini
          Aku merindukanmu ayah

*) Penulis adalah mahasiswa STAIL  Surabaya dan kontributor API

Kejelasan Sebuah Tujuan

Oleh : Jalaluddin*

B
isa berawal dari kertas yang ada dihadapan anda ini, yang sedang anda baca isinya. Atau mungki anda, ketika berada di ruang kelas. Anda bisa merenungkan apa maksud adanya benda-benda itu semua. Jika ingin lebih dari itu, coba anda keluar dari kelas itu dan perhatikan apa saja yang terhampar di hadapan anda. Tataplah langit. Renungkan !
Mengapa semua itu ada ? Apa maksud dari semua itu? Siapa yang meng-adakan itu semua?
Tentunya, kesemua itu ada Penciptanya. Dan Dia pasti mempunyai tujuan yang jelas dalam menciptakan itu semua. Tak lain pastilah Dia Maha Pencipta Allah SWT.
Seperti halnya manusia misalnya; membuat mobil tujuannya supaya untuk mempersingkat jarak tempuh dalam perjalana. Membuat baju untuk terhidar dari kedinginan, membangun rumah untuk berteduh. Terlebih juga, Allah menciptakan langit, bumi serta seisinya, Dia pasti mempunyai sebuah tujuan.

PEMUDA DI MATA INDONESIA

Oleh: Khairul Umam*
 
       Berikut merupakan teks ikrar sumpah pemuda. Mari kita tadabburi bersama. 

SOEMPAH PEMOEDA.
“Kami poetra-poetri indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air indonesia.
Kami poetra-poetri indonesia, menagkoe berbangsa jang satu  bangsa indonesia.
Kami poetra-poetri indonesia menjoenjoeng bahasa persatuan, bahasa indonesia”. 
Djakarta, 28 oktober 1928
 
Seharusnya..
Pada  tanggal 2 Oktober, biasanya  semua elemen masyarakat, baik pemerintah, pejabat, para buruh, apalagi mahasiswa selaku pemuda berbondong-bondong untuk memeperingati peristiwa bersejarah yang menjadi bukti otentik akan lahirnya bangsa Indonesia yaitu hari Sumpah Pemuda. 

Semut Pun Saling Menyapa

Oleh : Miftahuddin*

 “Assalamu’alaikum Akhi!” ucapku menyapa beberapa teman yang ketika itu berpapasan denganku, ketika mereka hendak pergi ke dapur untuk makan siang. tanpa ada balasan, mereka berlalu begitu saja melewatiku. Kok, susah sekali ,ya, hanya sekedar menjawab salam, kataku dalam hati sambil menggerutu.

Budaya yang luntur
Ketika sobat API berkunjung ke kampus Hidayatullah dan sudah berada di depan pintu pagar yang berwarna hijau dan berukuran sekitar empat meter tersebut, dan sobat API hendak masuk ke dalam, maka sobat API secara sengaja atau tidak akan melihat di pagar tersebut terpasang sepanduk kecil yang terdapat gambar seorang anak muslim dan muslimah berpakaian muslim dan tepat di atas kedua anak tersebut terdapat sebuah pesan singkat yang berbunyi “ Budayakan senyum, salam, sopan dan santun “.

SIAPA MENELADANI SIAPA

Oleh : D. Rasyid Albar*

            “Seharusnya antum semua, sebagai mahasantri, dan sebagai kakak bagi adik-adiknya di SMP dan SMA, mampu memberi contoh yang terbaik. Kalau shalat, selalu menjadi yang terdepan. Datang sebelum adzan berkumandang. Bukan berangkat ketika iqamah, bla... bla... bla...” kata salah seorang ustadz saya di pondok.
            Sobat API, mungkin di antara kita ada yang sedang bersekolah di SMP atau SMA. Atau mungkin kuliah (seperti saya). Pastinya kita punya adik, bukan. Mungkinn satu, dua dan seterusnya. “Tapi saya anak bungsu”, atau ,“Saya anak tunggal,” kata sebagian dari kalian, misal. Menjadi anak bungsu ataupun anak tunggal bukan berarti kita tidak punya adik. Kita punya sepupu yang lebih kecil dari kita, anak tetangga kita, atau, seperti dalam kasus saya di atas, karena saya nyantri di sebuah pondok pesantren, adik-adik kelas saya, yang di SMP dan SMA, tentunya menjadi adik saya sendiri.

KHADAFI TEWAS AKANKAH AMERIKA PUAS

Oleh: M. Edi Kurniawan*

Setelah 42 tahun Muammar Khadafi memegang kemudi Negara yang kaya akan minyak tertangkap pada kekuatan Revolusi. Muammar Khadafi memenuhi janjinya untuk mempertahankan pemerintahannya hingga titik darah penghabisan, Khadafi telah meninggal di kota kelahiranya, Serte.
Pada September 2004, George W Bush, presiden AS saat itu telah resmi mengakhiri embargo perdagangan AS. Normalisasi hubungan dengan kekuatan barat mengakibatakan keuntunhgan yang banyak bagi Negara Libya dan lebih khusus lagi bagi industri minyak.
Sampai pada akhirnya Muammar Khadafi dan Lockerbie menjadi sorotan pada tahun 2009, ketika Al-Megrahi bebas dari penjara Skotlandia, dan ketika dia kembali ke Libya, dia disambut bak pahlawan, hal itu yang memicu kecaman Amerika Serikat dan Inggris.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Asosiasi Penulis Islam (API) Surabaya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger